Alur Kerja Sehari-hari
1. Tap tombol "+ Buat Invoice" di Dashboard atau Riwayat
2. Isi nama customer & No. HP
3. Isi Detail Servis: jenis servis, unit genset, deskripsi pekerjaan, dan lokasi
4. Isi Jasa Servis (biaya kerja) dan tambahkan Sparepart kalau ada part yang diganti
5. Kalau ada DP atau diskon, buka bagian "+ DP & Diskon"
6. Semua otomatis tersimpan sambil kamu ngetik — tidak ada tombol Simpan
7. Tap "Lihat & Kirim" di bawah untuk lanjut ke Preview
Quotation dipakai kalau customer minta estimasi harga dulu, sebelum pekerjaan disepakati.
1. Buka Riwayat → tap toggle "Quotation" di bagian atas
2. Tap "+ Buat Quotation" — cara isi form-nya sama seperti Invoice
3. Isi "Berlaku Hingga" (tanggal kadaluarsa penawaran)
4. Kirim ke customer lewat WhatsApp, tunggu konfirmasi
5. Kalau customer setuju: buka quotation itu lagi, tap "Setujui & Jadikan Invoice" — semua data otomatis pindah jadi Invoice baru, tidak perlu ketik ulang
1. Di halaman Preview invoice/quotation, tap tombol hijau "Kirim WhatsApp"
2. WhatsApp akan terbuka dengan pesan otomatis berisi nama customer, nomor dokumen, dan total harga
3. Pilih kontak customer tujuan, lalu kirim
4. Status otomatis berubah jadi "Terkirim"
Catatan: PDF/gambar invoice tidak ikut terlampir otomatis — kalau customer minta versi PDF, pakai tombol "Download" atau "Print" di halaman Preview, lalu kirim manual filenya.
1. Buka menu Riwayat di sidebar/menu bawah
2. Ketik nama customer atau nomor invoice di kotak pencarian
3. Atau tap chip status (Draft/Terkirim/Lunas/Telat Bayar) untuk filter cepat
4. Tap salah satu baris untuk buka Preview lengkapnya
5. Dari Preview, kamu bisa Edit, Hapus, atau tandai status
Customer tidak perlu didaftarkan manual — begitu kamu buat invoice/quotation dengan nama baru, dia otomatis muncul di menu Customer.
1. Buka menu Customer untuk lihat daftar semua customer
2. Tap salah satu untuk lihat riwayat servis & unit genset milik mereka
3. Tap "Buat Invoice untuk Customer Ini" untuk langsung buat invoice baru tanpa ketik ulang nama
Isi sekali saja di awal, jarang perlu diubah lagi:
1. Profil Bisnis — nama usaha, alamat, telepon, email
2. Info Pembayaran — rekening bank, QRIS, tanda tangan (upload gambar)
3. Default Invoice — jatuh tempo default, awalan nomor invoice, catatan bawaan
Semua otomatis tersimpan begitu selesai mengetik, dan langsung dipakai di invoice/quotation berikutnya.
Nomor invoice kok lompat/tidak urut?
Nomor invoice baru selalu = nomor tertinggi yang ada saat itu + 1. Kalau kamu hapus invoice dengan nomor tertinggi, nomor itu otomatis dipakai lagi untuk invoice berikutnya.
Bisa hapus invoice yang salah?
Bisa. Buka Preview invoice-nya, tap ikon tempat sampah di toolbar, konfirmasi hapus. Ini permanen, tidak bisa dikembalikan.
Kalau tidak ada sinyal internet, invoice hilang?
Tidak — data tersimpan sementara di HP/laptop kamu dulu, lalu otomatis sync ke server begitu sinyal kembali.
Bisa dibuka dari HP dan laptop sekaligus?
Bisa, datanya sama persis di semua device karena tersimpan di cloud (Supabase) — tinggal buka link app-nya dari device manapun.
Masih bingung? Kembali ke Dashboard.